Selasa, 03 April 2018

MENGENAL IKAN SIDAT DAN RAGAM MANFAATNYA

 Hasil gambar untuk ikan sidat


Ikan sidat anguilla spp merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki prospek karena sangat laku di pasar internasional seperti Jepang, Hongkong, Belanda, Jerman, Italia dan beberapa negara lain dengan demikian ikan sidat ini memiliki potensi sebagai komoditas ekspor. Di Indonesia sidat banyak ditemukan didaerah-daerah yang berbatasan dengan laut dalam seperti pantai selatan Pulau Jawa, pantai barat Sumatera, pantai timur Kalimantan, pantai Sulawesi, pantai kepulauan Maluku dan Irian Barat. Dengan banyak peminat maka peluang bisnis budidaya ikan sidat patut untuk di kembangkan.

Berbeda halnya di negara lain seperti (Jepang, dan negara negara Eropa), di Indonesia sumberdaya sidat belum begitu banyak dimanfaatkan, padahal ikan liar ini baik dalam ukuran benih maupun ukuran konsumsi jumlahnya cukup melimpah. Faktor kegemaran inilah yang menjadi budidaya ikan sidat belum di maksimalkan.

Tingkat pemanfaatan ikan sidat secara lokal (dalam negeri) masih sangat rendah, akibat belum banyak dikenalnya ikan ini, sehingga kebanyakan penduduk Indonesia belum familiar untuk mengkonsumsi sidat. Demikian pula pemanfaatan sidat untuk tujuan ekspor masih sangat terbatas. Agar sumberdaya sidat yang keberadaannya cukup melimpah ini dapat dimanfaatkan secara optimal, maka perlu dilakukan langkah-langkah strategis yang diawali dengan mengenali daerah disekitar kita yang memiliki potensi sumberdaya sidat mulai dari benih dan ukuran konsumsi yang kemudian dilanjutkan dengan upaya pemanfaatannya baik untuk konsumsi lokal maupun untuk tujuan ekspor. Dan sebelum di lakukan ekspor maka ikan sidat bisa di tamping dalam kolam atau tambak tempat budidaya sidat.
 

KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI

Menurut Nelson (1994) ikan sidat diklasifikasikan sebagai berikut:

Filum        : Chordata

Kelas        : Actinopterygii

Subkelas   : Neopterygii

Division     : Teleostei

Ordo         : Anguilliformes

Famili       : Anguillidae

Genus        : Anguilla

Species     : Anguilla spp.
 

Sidat (Anguilla spp.) merupakan ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomis penting baik untuk pasar lokal maupun luar negeri. Permintaan pasar akan ikan sidat sangat tinggi mencapai 500.000 ton per tahun terutama dari Jepang dan Korea, pemasok utama sidat adalah China dan Taiwan (Anonim, 2006). Sidat yang dikenal dengan ’unagi’ di Jepang sangat mahal harganya karena memiliki kandungan protein 16,4% dan vitamin A yang tinggi sebesar 4700IU (Pratiwi, 1998).
 

MORFOLOGI

Tubuh sidat berbentuk bulat memanjang, sekilas mirip dengan belut yang biasa dijumpai di areal persawahan. Salah satu karakter/bagian tubuh sidat yang membedakannya dari belut adalah keberadaan sirip dada yang relatif kecil dan terletak tepat di belakang kepala sehingga mirip seperti daun telinga sehingga dinamakan pula belut bertelinga. Bentuk tubuh yang memanjang seperti ular memudahkan bagi sidat untuk berenang diantara celah-celah sempit dan lubang di dasar perairan. Panjang tubuh ikan sidat bervariasi tergantung jenisnya yaitu antara 50-125 cm. Ketiga siripnya yang meliputi sirip punggung, sirip dubur dan sirip ekor menyatu. Selain itu terdapat sisik sangat kecil yang terletak di bawah kulit pada sisi lateral. Perbedaan diantara jenis ikan sidat dapat dilihat antara lain dari perbandingan antara panjang preanal (sebelum sirip dubur) dan predorsal (sebelum sirip punggung), struktur gigi pada rahang atas, bentuk kepala dan jumlah tulang belakang.
 
Hasil gambar untuk ikan sidat
 
Gambar Ikan Sidat (Anguilla spp)
 
Ciri utama sidat dewasa adalah bentuknya menyerupai belut apabila diperhatikan lebih teliti terdapat beberapa perbedaan morfologi yang membedakan antara sidat dengan belut. Sidat memiliki sirip dada (pectoral) yang sempurna yang terdapat pada bagian belakang tutup insang serta sirip punggung (dorsal), sirip ekor (caudal) dan sirip anal yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

Sirip sidat dilengkapi dengan jari-jari lunak yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Ciri-ciri ikan yang tergolong famili Anguillidae, yang telah dikemukakan oleh Saanin (1984) dalam Sasono (2001) adalah sebagai berikut : sisik kecil membujur berkumpul dalam kumpulan-kumpulan kecil dan masing-masing kumpulan terletak miring pada sudut siku terhadap kumpulan yang ada disampingnya, sirip dada sempurna, mata tertutup oleh kulit, lubang hidung di muka mata, lubang hidung berpipa dan terletak di ujung muka dari mulut, mulut berbentuk miring dan sampai melewati mata.

Genus Anguilla merupakan satu-satunya yang termasuk dalam famili Anguillidae sehingga ciri dari genus Anguilla merupakan ciri dari famili Anguillidae (Deelder 1984). Menurut Berg (1949) dalam Deelder (1984), ciri ikan sidat adalah tubuh memanjang seperti ular, sirip dorsal, sirip caudal dan sirip anal bergabung menjadi satu, sirip dada ada dan sirip perut tidak ada, tubuh diliputi sisik halus.

Ikan sidat memiliki linea lateralis yang terbentuk dengan baik, perut jauh dari kepala, mulut terminal, rahang tidak memanjang secara khusus, gigi kecil, pektinat dan setiform dalam beberapa sisi rahang dan vomer, terdapat gigi halus pada tulang faring, membentuk “ovate patch” pada faring, bagian atas celah insang lateral vertical berkembang dengan baik dan terpisah satu sama lainnya. Insang dapat terbuka lebar, terdapat lidah, bibir tebal, tulang frontal, berpasangan tetapi tidak tumbuh bersama. Palatopterygoid berkembang baik, premaksila tidak berkembang sebagi suatu elemen yang dapat dibedakan pada ikan dewasa, lengkun pektoral terdiri dari 7-9 (untuk yang masih muda mencapai 11) elemen radial, tulang ekor tanpa proses transverse.
 

ANATOMI IKAN SIDAT

Organ pernafasan utama ikan sidat adalah insang yang berfungsi sebagai paru-paru seperti pada hewan darat. Ikan ini memiliki empat pasang insang yang terletak pada rongga branchial. Setiap lembar insang terdiri atas beberapa filamen insang dan setiap filamen insang terbentuk dari sejumlah lamella yang di dalamnya terdapat jaringan pembuluh darah. Kemampuan ikan sidat dalam mengambil oksigen dari udara secara langsung menyebabkan ikan sidat dapat bertahan cukup lama di udara terbuka yang memiliki kelembaban yang tinggi.

Keistimewaan lainnya adalah sidat memiliki kemampuan mengabsorbsi oksigen melalui seluruh permukaan tubuhnya. Sisik sidat yang kecil membantu dalam proses pernafasan melalui kulit, berdasarkan hasil penelitian 60% kebutuhan oksigen pada ikan sidat dipenuhi melalui pernafasan kulit. Sidat dilengkapi dengan tutup insang berupa celah kecil yang terletak di bagian belakang kepala, ini berfungsi dalam mempertahankan kelembaban di dalam rongga branchial (Tesch 2003).
 
Ikan sidat ketika berada di laut akan meminum banyak sekali air laut, lalu memompa kelebihan garam dengan insang dan mengekskresikan urin dalam jumlah yang relatif sedikit. Hal ini dilakukan untuk mengkompensasikan kehilangan air yang terjadi secara osmosis. Sedangkan ketika berada di air tawar ikan sidat akan sedikit minum dan banyak mengeluarkan urin yang hipoosmotik dengan cairan tubuhnya untuk menyeimbangkan perolehan air, begitulah proses osmoregulasi ikan sidat.
 

11 MANFAAT IKAN SIDAT UNTUK BAYI DAN KESEHATAN TUBUH KITA

 
Hasil gambar untuk ikan sidat
Inilah beberapa manfaat bila kita mengkonsumsi daging ikan sidat secara benar.
 






1. Menunjang Kecerdasan Otak Bayi / Anak - Anak Dan Otak Kita
Kandungan DHA dan EPA yang ada pada ikan sidat sangat baik untuk bayi dan juga anak anak yang dalam masa pertumbuhan, karena kedua kandungan gizi tersebut dipercaya menunjang untuk mencerdaskan otak mereka.
Daging ikan sidat juga baik untuk kita, karena mampu meningkatkan daya ingat, agar kita tidak mudah pikun saat sudah tua nanti.

2. Bagus Untuk Perkembangan Otak Kita

Terbentuknya lemak fosfat bisa ditunjang dengan mengkonsumsi ikan sidat. Mengkonsusi ikan sidat juga sangat baik untuk perkembangan otak besar kita.

3. Mengobati Pembuluh Darah Otak

Mengkonsumsi ikan sidat juga bermanfaat membantu mengobati pembuluh darah otak.

4. Menjaga Mata Dan Mengobati Mata Kita

Seperti kita ketahui vitamin A yang terkandung di dalam ikan sidat sangat tinggi. Sedangkan vitamin A memiliki peran penting dalam kesehatan indera penglihatan kita.

Vitamin ini membantu menyalurkan objek yang diterima oleh retina mata ke otak sebagai sebuah gambar. Senyawa yang berperan dalam hal ini adalah retinol.

5. Berfungsi Sebagai Antioksidan
Salah satu bentuk Vitamin A yang dikenal dengan Beta Karoten, merupakan senyawa dengan aktifitas antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Baik radikal bebas yang berasal dari oksidasi tubuh mupun polusi dari luar.

Nah mengkonsumsi ikan sidat yang kaya akan vitamin A ini akan membantu meningkatkan imunitas tubuh kita, karena berperan sebagai antioksidan alami. Sehingga daya tahan tubuh kita lebih terjaga.

6. Membantu Mencegah Kangker 
Salah satu fungsi Vitamin A adalah mampu melawan kanker dengan menekan pertumbuhan DNA dalam sel-sel kanker.
 
7. Membantu Menyembuhkan Luka
Masih dengan vitamin A yang terkandung di daging ikan sidat. Yang mana vitamin A dapat membantu menjaga kesehatan jaringan di dalam tubuh kita. Sehingga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka.

8. Membantu Mencegah Penyakit Aterosklerosis
Mengkonsumsi ikan sidat terbukti mampu mencegah munculnya penyakit aterosklerosis dan juga sekaligus mengurangi keletihan.

9. Membantu Mengatasi Lemak Tak Baik Atau Jahat

Lemak tak baik atau lemak jahat yang ada dalam darah kita bisa berkurang. Sehingga mengkonsumsi ikan sidat secara teratur sangat cocok bagi kita yang sedang menjalani program diet.

10. Membantu Memperbaiki Sirkulasi Kapiler

Fungsi dari pembuluh kapiler adalah sebagai tempat pertukaran cairan, makanan, hormon, elektrolit, dan juga bahan bahan lainya. Secara otomatis rusaknya pembuluh kapiler bisa mengakibatkan berbagai macam penyakit.



11. Mampu Menjaga Tekanan Darah
Dengan mengkonsumsi ikan sidat mampu menjaga tekanan darah kita agar tetap normal dan stabil.
 

DAFTAR PUSTAKA





Tidak ada komentar:

Posting Komentar