Senin, 06 Mei 2019

PELUANG USAHA BUDIDAYA UDANG GALAH

Hasil gambar untuk deskripsi udang galah

Jenis udang air tawar yang satu ini (udang galah) memang memiliki potensi yang cukup besar, sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat. Terbukti dari permintaan udang galah baik dalam negeri maupun dari luar negeri yang semakin meningkat. Udang galah adalah salah satu komoditas air tawar yang cukup bagus masa depannya karena selain harga jualnya lebih tinggi dibanding ikan air tawar lainnya juga dapat dipasarkan untuk kebutuhan dalam dan luar negeri, hal ini ditandai dengan permintaan ekspor ke berbagai negara seperti Jepang dan beberapa negara di Eropa. Dengan kata lain udang galah mempunyai nilai ekonomis tinggi dan berpotensi memperoleh keuntungan jika dikembangkan.

DESKRIPSI DAN MORFOLOGI

Klasifikasi udang galah (Macrobrachium rosenbergii) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Filum : Artrhopoda
Subfilum : Crustacea
Kelas : Malascostraca
Subkelas : Eumalacostraca
Superordo : Eucarida
Ordo : Decapoda
Subordo : Pleocyemata
Infraordo : Caridea
Superfamili : Palaemonoidea
Famili : Palaemonidae
Subfamili : Palaemoninae
Genus : Macrobrachium
Spesies : Macrobrachium rosenbergii (De Man, 1879)

 Hasil gambar untuk deskripsi udang galah

Udang galah merupakan salah satu jenis udang air tawar dari marga Macrobrachium yang paling banyak dikenal karena memiliki ukuran tubuh yang besar. Udang galah dewasa pada umumnya memiliki panjang tubuh 25-32 cm dan beratnya 100-300 gram/ekor. Tubuh tersebut terdiri atas ruas-ruas yang ditutupi oleh kulit keras yang tersusun dari zat kitin yang kaku sehingga kulit udang tidak dapat mengikuti pertumbuhan tubuhnya sehingga setiap periode tertentu udang akan melepaskan kulitnya (moulting) untuk diganti dengan kulit yang baru (Khairuman dan Amri, 2004).

Udang ini mempunyai dua habitat dalam siklus hidupnya jadi udang tersebut tumbuh dan menjadi dewasa pada perairan tawar, namun pada fase larva hidup di air payau. Pada fase larva akan mengalami sebelas kali pergantian kulit (moulting) yang diikuti dengan perubahan struktur morfologi, hingga akhirnya bermetamorfosis menjadi juwana (juvenil). Sifat-sifat larva yang umum adalah planktonis, aktif berenang dan tertarik oleh sinar tetapi menjauhi sinar matahari yang terlalu kuat. Cenderung berkelompok pada fase larva dan akan semakin menyebar dan individual serta bentik dengan bertambah umur. Di alam larva udang galah hidup pada salinitas 5-10 permil.

Menurut Ali (2009) di Indonesia spesies Macrobrachium rosenbergii dikenal dengan sebutan udang galah. Badan udang terdiri atas 3 bagian, yaitu kepala dan dada (cephalothorax), badan yang bersegmen-segmen (abdomen), serta ekor (uropoda). Cephalothoraxdi bungkus oleh kulit keras. Di bagian depan kepala, terdapat suatu lempengan karapas yang bergerigi disebut rostrum. Pada rostrumbagian atas terdapat duri 11-13 buah dan di bagian bawah rostrum8-14 buah. Pada bagian cephalothorax juga terdapat lima pasang kaki jalan. Pada udang jantan sepasang “kaki jalan kedua” tumbuh panjang dan cukup besar menyerupai galah. Panjangnya dapat mencapai 1,5 kali panjang badannya. Pada udang betina kaki tersebut relative kecil agak melebar dan membentuk ruang untuk mengerami telur (broodchamber). Kaki renang udang galah terdapat dibagian bawah abdomen, jumlahnya lima pasang. Selain untuk berenang kaki renang pada udang betina juga berfungsi sebagai tempat menempelkan telur-telur.

Bagian abdomen terdiri atas lima ruas setiap ruas dilengkapi sepasang kaki renang (pleiopoda). Kaki renang pada udang betina agak melebar dan membentuk ruang untuk mengerami telurnya (broodchamber). Sementara itu uropoda merupakan ruas terakhir dari ruas tubuh yang kaki renangnya berfungsi sebagai pengayuh atau yang biasa disebut dengan ekor kipas. Uropoda terdiri atas bagian luar (eksopoda) bagian dalam (endopoda) dan bagian ujung yang meruncing (telson) (Khairuman dan Amri, 2004).
Gambar Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii)
Menurut Khairuman dan Amri (2004) udang galah memiliki ciri khusus sehingga dapat dibedakan dari udang air tawar lainnya yaitu sebagai berikut :
  1. Rostrum udang galah panjang, langsing dan bagian pangkalnya bengkok, gerigi pada rostrum tersusun rata. Jumlah gerigi bagian atas 12–15 sementara jumlah gerigi bagian bawah 10–14.
  2. Tutup insangnya memiliki garis luar mendatar terutama udang galah yang masih muda.
  3. Kulit penutup tubuh pada ruas kedua terletak di atas ruas pertama dan ketiga.
  4. Pada udang galah jantan terdapat sepasang kaki jalan yang panjang.
  5. Tubuh udang galah berwarna biru kehijauan.
Menurut Hadie dan Supriatna (1985) secara morfologis dan anatomis udang jantan dapat dibedakan dengan yang betina sebagai berikut :
  • Udang jantan : dapat mencapai ukuran yang lebih besar daripada udang betina. Pasangan kaki jalan yang kedua tumbuh sangat besar dan kuat bahkan sampai 1,5 x panjang total badannya. Bagian perut lebih ramping dan ukuran pleuron lebih pendek. Alat kelamin terletak pada basis pasangan kaki jalan kelima dimana pasangan kaki ini terlihat lebih rapat dan lunak. Appendix masculine terletak pada pasangan kaki renang kedua yang merupakan cabang ketiga dari kaki renang tersebut.
  • Udang betina : ukuran tubuh biasanya lebih kecil daripada udang jantan. Pasangan kaki jalan kedua tetap tumbuh lebih besar namun tidak begitu besar dan kuat seperti pada udang jantan. Bagian perut tumbuh melebar, pleuron memanjang sehingga ruangan pada bagian ini lebih dalam. Bersama-sama dengan kaki renang, ruangan ini merupakan tempat pengeraman telur sehingga secara keseluruhan bentuk tubuhnya membesar pada bagian perut. Alat kelamin betina terletak pada dangkal pasangan kaki jalan ketiga, merupakan suatu sumuran (lubang) yang disebut “thelicum”. Jarak antara pangkal pasangan kaki jalan kiri dan kanan setiap pasangan terlihat lebih lebar yang memungkinkan telur dapat berjalan kearah perut.
Alat kelamin primer yang disebut gonade terdapat didalam dada atau kepala dada. Pada udang jantan yang dewasa gonade akan menjadi testes yang berfungsi sebagai penghasil sperma. Sedangkan pada udang betina gonade akan menjadi ovarium (indung telur), yang berfungsi untuk menghasilkan telur. Ovarium yang telah matang akan meluas ke ekor, sperma yang dihasilkan oleh udang jantan pada waktu kawin akan dikeluarkan dalam kantong sperma lendir yang dinamakan spermatopora (kantong sperma). Dengan bantuan petasma, spermatopora diletakkan pada udang betina yang dsimpan disitu sampai saatnya peneluran. Apabila udang betina bertelur spermatopora akan pecah dan sel-sel spermanya akan membuahi telur diluar badan induknya.

Tingkah Laku
Beberapa sifat dan kelakuan daripada udang penting sekali untuk diketahui apabila kita akan memelihara udang. Apabila kita tidak tahu akan sifat dan kelakuan maka akan membahayakan udang yang akan kita pelihara.
  • Sifat dan Kelakuan
Salah satu sifat yang penting perlu kita pertahankan adalah sifat nocturnal yaitu sifat binatang yang aktif mencari makan pada waktu malam. Pada waktu mereka legih suka beristirahat, bila membenamkan diri didalam lumpur maupun menempel pada suatu benda yang menempel membenam dalam air. Dalam keadaan normal yaitu apabila keadaan lingkungannya cukup baik, udang jarang sekali menampakkan diri pada waktu siang hari. Apabila dalam suatu tambak udang nampak aktif bergerak pada waktu siang ini menunjukkan suatu tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Mungkin karena makannya kurang, kadar garam meningkat, suhu air meningkat, oksigen kurang, ataupun senyawa-senyawa beracun seperti asam sulfida (H2S), zat asam arang (CO2), amoniak (NH3) dan lain-lain.
  • Sifat Kanibalistis
Sifat yang umum pula terdapat pada udang adalah sifat kanibalistis yaitu suatu sifat suka memangsa kawannya atau jenisnya sendiri. Sifat ini sering timbul pada waktu udang dalam keadaan sehat, tidak sedang molting atau ganti kulit. Sasarannya adalah udang yang sedang berganti kulit. Dalam keadaan kekurangan makanan sifat kanibalistis akan nampak lebih nyata. Sifat demikian ini sudah mulai nampak pada waktu udang masih tingkatan mysis. Untuk menghindari kanibalistis udang-udang yang sedang ganti kulit biasanya mencari tempat untuk bersembunyi.
  • Ganti Kulit (molting)
Udang mempunyai kerangka luar yang keras (tidak elastis) oleh karena itu untuk tambah menjadi besar, kulit luar tersebut harus dibuang atau diganti dengan kulit yang baru. Peristiwa ganti kulit ini disebut molting. Udang muda cepat pertumbuhannya sehingga sering berganti kulit. Menjelang ganti kulit garam-garam anorganik dari kulit baru yang masih lunak, terbentuk dibawah kulit. Otot-otot anggota tubuh melepas memungkinkan terlepasnya anggota-anggota tersebut dari kulit lama. Pada waktu kulit baru masih lunak, pertumbuhan yang luar biasanya terjadi dengan menyerp sejumlah besar air.

Dalam pembentukan kulit, yang sekaligus juga merupakan kerangka, unsur kapur atau kalsium (Ca) sangat diperlukan. Antara metabolisme untuk Ca, pertumbuhan, pengisian kulit dan tekanan osmosis terdapat hubungan yang sangat erat. Oleh karena itu tersedianya unsur Ca, didalam lingkungan hidup udang merupakan syarat utama.

Udang yang sedang berganti kulit keadaan tubuhnya sangat lemah oleh karena itu sangat mudah terjadi sasaran kanibalisme atau sasaran binatang-binatang yang memangsanya (predator). Secara alami udang yang sedang berganti kulit selalu berusaha mencari temapt persembunyian. Misalnya bersembunyi didalam pelindung atau menyelinap didalam pelindung.

Menurut Hadie (2002) apabila diperhatikan tingkah laku dan kebiasaan hidup udang galah, fase dewasa udang galah sebagian besar dijalani didasar perairan tawar dan fase larva bersifat planktonik yang sangat memerlukan air payau. Udang galah mempunyai habitat perairan umum, misalnya rawa, danau dan sungai berhubungan dengan laut. Di alam udang galah dapat memijah di daerah air tawar pada jarak 100 km dari muara lalu larvanya terbawa aliran sungai hingga ke laut. Larva yang menetas dari telur paling lambat 3-5 hari harus mendapatkan air payau. Udang galah pada stadia juvenil sampai dewasa menempati habitat air tawar dan pada stadia naupli sampai dengan post larva menempati habitat air payau dengan salinitas antara 5-15 promil.
  • Siklus Hidup
Menurut Hadie dan Hadie (2002), udang galah dewasa akan memijah dan bertelur di air tawar. Sejak telur dibuahi hingga menetas diperlukan waktu 16-20 hari. Larva yang baru menetas memerlukan air payau sebagai lingkungan hidupnya. Apabila dalam jangka waktu 3 – 5 hari sesudah menetas tidak mendapatkan air payau sebagian besar larva akan mati. Sejak stadia pertama hingga stadia pasca larva memerlukan air payau dengan kadar garam 5-20 promil. Mulai telur menetas hingga metamorfosis menjadi pascalarva, terjadi 11 kali ganti kulit. Perubahan bentuk secara morfologis yang nyata ada 8 kali (8 stadia). Pada stadia 1-5 mengalami 5 kali ganti kulit sedangkan pada stadia 6-8 mengalami 6 kali pergantian kulit. Dari masa telur menetas hingga menjadi pasca larva diperlukan waktu maksimal 45 hari. Sesudah menjadi juwana (sudah menyerupai morfologi udang dewasa) udang dapat hidup pada air tawar. Walaupun demikian juwana (juvenil) dapat hidup dan tumbuh pada lingkungan dengan salinitas 10 promil.

Udang galah pada stadia juvenil sampai dewasa menempati habitat air tawar dan pada stadia naupli sampai dengan post larva menempati habitat air payau dengan salinitas antara 5-15 permil. Dalam perkawinan udang galah terjadi di lingkungan air tawar, telur yang terbuahi diletakkan dibawah perut induk betina dan disangga oleh kaki renangnya. Induk udang ukuran 50 gram dapat dihasilkan telur antara 15.000 s/d 25.000 butir. Telur tersebut akan dilepas dilingkungan air payau setelah 12-14 hari sejak pembuahan. Adapun lingkungan yang cocok untuk penetasan udang galah adalah air payau dengan salinitas 11-13 permil. Telur yang telah menetas untuk selanjutnya tumbuh menjadi dewasa sejalan dengan menurunnya nilai salinitas sampai ke air tawar seluruhnya.

Udang ini pada stadia nauplii sampai dengan post larva adalah pemakan plankton dan lebih menyukai zooplankton, disamping itu juga sebagai pemakan detritus. Udang galah dewasa adalah pemakan segala makanan yang dijumpainya. Dalam keadaan yang tidak cukup tersedia makanan, udang ini dapat bersifat kanibal yaitu memakan sesama udang galah yang dalam keaadan lemah (pada saat pergantian kulit). (Maskur, dkk. 1986).
Sistem Pencernaan
Makanannya berupa bangkai atau tumbuhan dan hewan lain. Alat pencernaan makanannya terdiri atas tiga bagian, yaitu : tembolok, lambung otot, dan lambung kelenjar.
Di dalam perut Crustacea terdapat gigi-gigi kalsium yang teratur berderet secara longitudinal. Selain gigi kalsium ini terdapat pula batu-batu kalsium gastrolik yang berfungsi mengeraskan eksoskeleton (rangka luar) setelah terjadi eksdisis (penegelupasan kulit). Urutan pencernaan makanannya dimulai dari mulut, kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus dan anus. Hati (hepar) terletak di dekat lambung. Sisa-sisa metabolisme tubuh diekskresikan lewat kelenjar hijau.

Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah Crustacea disebut sistem peredaran darah terbuka, karena beredar tanpa melalui pembuluh darah. Darahnya tidak mengandung hemoglobin (Hb) melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap oksigen rendah.

Sistem Respirasi
Hewan-hewan Crustacea bernapas dengan insang yang melekat pada anggota tubuhnya. O2 masuk dari air ke pembuluh insang, sedangkan CO2 berdifusi dengan arah berlawanan. O2 ini akan diedarkan ke seluruh tubuh tanpa melalui pembuluh darah.

Sistem Syaraf
Sistem saraf Crustacea disebut sebagai sistem saraf tangga tali, dimana ganglion kepala (otak) terhubung dengan antena (indraperaba), mata (indra penglihatan), dan statosista (indra keseimbangan).

Sistem Reproduksi
Golongan hewan ini bersifat diesis (ada jantan dan betina) dan pembuahan berlangsung di dalam tubuh betina (fertilisasi internal). Telur menetas menjadi larva yang sangat kecil, berkaki tiga pasang dan bersilia. Untuk dapat menjadi dewasa larva hewan akan mengalami pergantian kulit (ekdisis) berkali-kali.


BUDIDAYA UDANG GALAH

Budidaya udang galah bisa dilakukan di kolam ataupun tambak darat. Saat ini kegiatan pembesaran udang galah sudah meluas keberbagai daerah, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Untuk menunjang keberhasilan kegiatan/usaha budidaya maka dibutuhkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan skala usaha yang dimiliki oleh pembudidaya.

Kandungan Nutrisi Udang Galah
  • Lemak
  • Kalori
  • Natrium
  • Kalium
  • Karbohidrat
  • Protein
  • Zat besi
  • Magnesium
  • Kalsium
  • Vitamin A, B6, dan B12
Dengan banyaknya penggemar udang galah serta cara daya tahan udang galah yang kuat, banyak sekali orang mencoba berbisnis udang galah.Harga udang galah pun terbilang standar namun ada kalanya juga terbilang mahal. Untuk itu anda bisa melakukan cara budidaya udang galah dan melakukan perawatan yang tepat agar panen anda sukses seperti berikut.

Cara Budidaya Udang Galah
  1. Persiapan Budidaya Udang Galah
Langkah pertama yang harus anda lakukan dalam cara budidaya udang galah yaitu melakukan persiapan terlebih dahulu. Untuk persiapan budidaya, ada beberapa hal yang perlu anda siapkan seperti berikut :
  • Pertama, anda perlu memilih lokasi yang tepat untuk membuat media budidaya serta menyiapkan alat dan bahan dalam pembuatan media budidaya.
  • Untuk budidaya udang galah, karena udang galah merupakan salah satu jenis udang air tawar maka anda bisa menggunakan media kolam.
  • Untuk itu anda perlu mencari lokasi yang luas dan jauh dari kawasan industri.
  • Pastikan lokasi merupakan lokasi yang bersih dari sampah ataupun limbah rumah tangga.
  • Setelah anda menemukan lokasi yang tepat, siapkan alat pengangkut benur, serok, ember, seser, ayakan dari kain, dan cangkul.
  • Untuk bahan pembuatan media, anda perlu menyiapkan pupuk, kapur pertanian, dan jaring. 
  1. Media Budidaya Udang Galah
 

Setelah menyiapkan peralatan dan memilih lokasi yang tepat dalam cara budidaya udang galah, anda juga harus membuat media budidaya yang tepat. Media budidaya merupakan kolam tanah dan berikut cara pembuatannya :
  • Kolam tanah dibuat dengan ketinggian sekitar 70 hingga 100 m dengan luas kolam 300 hingga 1000m2.
  • Di sekitar kolam buatlah parit sedalam 50 cm dengan lebar 30 cm untuk mencegah banjir serta adanya genangan air di sekitar kolam.
  • Sebagai pakan alami, anda perlu memasukkan pupuk kandang ataupun kompos ke dalam kolam dan mendiamkannya selama kurang lebih 1 mingguan hingga warna air kolam berubah.
  • Ukur juga pH air dan tanah, pH yang baik yaitu tidak terlalu asam ataupun basa yaitu sekitar 6 hingga 7.
  • Masukkan air secara bertahap ke dalam kolam budidaya dengan menyisakan ruang kosong setinggi 20 cm dari atas kolam.
  • Untuk debit air kolam yang baik dalam cara budidaya udang galah yaitu 0,5 hingga 1 liter per detik.
  1. Benur Udang Galah
Adapun hal terpenting yang tidak boleh terlewatkan saat anda melakukan cara budidaya udang galah yaitu menyiapkan benur kualitas unggulan. Adapun cara dalam memperoleh benur udang galah sebagai berikut :
  • Ada dua cara yang bisa anda lakukan dalam memperoleh benur berkualitas baik dan layak budidaya.
  • Cara pertama terbilang sedikit memerlukan kesabaran dan waktu, yaitu dengan melakukan pemijahan.
  • Anda perlu menyiapkan media pemijahan berupa kolam semen dan indukan udang galah yang berkualitas baik.
  • Adapun ciri dari indukan betide dan jantan. Untuk indukan jantan memiliki tubuh lebih besar dan ramping daripada udang betina.
  • Untuk udang betina sendiri memiliki tubuh agak kecil namun cenderung melebar di bagian perut.
  • Kepala udang galah pun lebih besar daripada udang galah betina, pilihlah indukan yang tidak terkena penyakit dan hama serta bergerak aktif.
  • Lakukan pemijahan hingga muncul larva udang galah, pisahkan indukan udang dan lakukan pemeliharaan terhadap larva hingga menjadi benur siap tebar.
  • Adapun cara yang lebih mudah dan praktis yaitu dengan membeli benur udang yang tidak terkena hama dan penyakit serta tidak cacat dan bergerak aktif. 
  1. Pemeliharaan Udang Galah
 

Jika anda sudah mendapatkan benur udang galah yang layak budidaya dengan kualitas baik, dalam cara budidaya udang galah anda juga harus melakukan pemeliharaan seperti berikut :
  • Tebarkan benur udang galah terlebih dahulu ke dalam kolam budidaya secara perlahan dan hati- hati.
  • Untuk membiasakan udang galah agar dapat beradaptasi tanpa stress, anda biosa memasukkan air kolam sedikit demi sedikit terlebih dahulu dan membiarkannya selama 15 menit sebelum menebar benur.
  • Selanjutnya, anda harus selalu meperhatikan sirkulas air dengan baik karena air merupakan hal yang penting dalam cara budidaya udang galah jika anda ingin hasil panen melimpah.
  • Jika air kolam anda tidak mengalir, ini dapat menyebabkan kualitas air menurun hingga 50%.
  • Untuk mengatasinya anda perlu mengganti air kolam setiap sebulan sekali agar kualitas serta suhu air terjaga.
  • Jagalah pH air jangan sampai dibawah 6 atau di atas 8.
  • Untuk pakan, anda bisa memberinya cincangan ikan rucah dan pelet setiap hari sebanyak 2 hingga 3 kali sehari.
  • Atasi hama dan penyakit menggunakan obat khusus dan pisahkan udang yang terkena hama ataupun penyakit.

PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT

Adanya hama dan penyakit ditentukan dengan pemeriksaan yang dilakukan secara visual terhadap organisme pengganggu baik yang bersifat predator maupun kompetitor.
Hama yang sering mengganggu dikolam pemeliharaan adalah ikan-ikan liar yang masuk tanpa sengaja seperti ikan gabus, lele dan lain-lain. Untuk mencegah masuknya hama pemangsa tersebut perlu dibuat saringan pada pintu pemasukan dan pengeluaran air kolam berupa hapa yang terbuat dari jaring dengan mesh size 0,2 mm.
Dalam proses pembesaran diperlukan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebagai berikut :
  1. Pengambilan contoh untuk pengujian kesehatan udang galah (Macrobrachium rosenbergii) dilakukan secara acak dengan jumlah udang sesuai dengan kebutuhan untuk pengamatan visual maupun mikroskopik.
  2. Pengamatan visual dilakukan untuk pemeriksaan adanya gejala penyakit dan kesempurnaan morfologi udang galah (Macrobrachium rosenbergii) .
  3. Pengamatan mikroskopik dilakukan untuk pemeriksaan jasad pathogen (parasit, jamur, virus dan bakteri) di laboratorium.
Penyakit yang sering menyerang adalah udang berlumut yang disebabkan kedalaman air di kolam kurang memadai dengan sirkulasi yang kurang baik, untuk mengatasi masalah dengan sirkulasi air bisa dipasang kincir angin.

MASA PANEN UDANG GALAH

Udang galah dapat dipanen setelah 4 bulan, 6 bulan, atau bahkan lebih, sesuai dengan ukuran udang yang dibutuhkan oleh konsumem. Biasanya udang galah dapat mulai dijual setelah mencapai ukuran 20 – 25 gram/ekor, tetapi semakin besar ukuran udang harganya juga semakin mahal.

PELUANG USAHA

Potensi peluang usaha budidaya udang galah memang cukup besar. Seiring meningkatnya kebutuhan udang galah yang ada di pasaran membuat permintaan kian meinngkat. Peminat udang galah memang bisa dibilang sangat tinggi dipasaran dari konsumsi rumah tangga hingga kebutuhan berbagai bisnis kuliner. Menu olahan yang dihasilkan dari bahan udang galah ini memang menghasilkan cita rasa yang nikmat. 

Selain itu harga jual dari udang galah yang tinggi membuat udang ini laku keras di pasaran. Budidaya udang galah mampu menghasilkan keuntungan yang berlipat. Hal ini dapat dibuktikan dengan peminat udang galah yang kian meroket. Budidaya udang galah merupakan bisnis pembudidayaan udang yang sangat menjanjikan. Potensi bisnis budidaya udang galah ini sangat bagus dan cerah. 

Memulai bisnis budidaya udang galah
Bisnis ternak udang memang menjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati. Begitupun dengan bisnis budidaya udang galah yang menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan. Untuk memulai bisnis budidaya udang galah ini tidak sulit. Bisa di mulai dengan mudah dengan modal yang kecil. Anda dapat memulai bisnis budidaya udang galah di rumah.

Pelaku bisnis budidaya udang galah
Bisnis budidaya udang galah ini bisa dan cocok dijalankan oleh semua orang. Anda yang kini bingung mencari pilihan bisnis yang tepat. Dengan kemauan dan minat yang tinggi maka bisnis budidaya udang galah ini dapat Anda jalankan dengan mudah.

Konsumen bisnis budidaya udang galah
Konsumen budidaya udang galah memang tidaklah sulit, konsumen budidaya udang galah cukup besar mulai dari konsumsi rumah tangga hingga berbagai usaha kuliner.

Peralatan bisnis budidaya udang galah
Dalam bisnis budidaya udang galah membutuhkan beberapa peralatan penting diantaranya pengadaan bibit udang galah,  wadah dan jerigen,  pembuatan kolam udang galah, sewa lahan, peralatan pembersih kolam, pompa air, drum, jaring, terpal, selang dan paralon, timba, dan lainnya. Dengan adanya peralatan tersebut maka bisnis budidaya udang galah makin maksimal.

Lokasi strategis dalam pemasaran budidaya udang galah
Dalam berjualan budidaya udang galah, Anda bisa memasarkannya dengan cara menjualnya ke pasar, rumah makan, restoran ataupun hotel. Juga dapat memasarkannya udang galah kualitas bagus ke swalayan atau supermarket.

Karyawan bisnis budidaya udang galah
Karyawan dalam menjalankan bisnis budidaya udang galah bisa menggunakan satu orang dahulu dalam permulaan.

Harga jual budidaya udang galah
Patokan harga untuk budidaya udang galah dapat Anda buat dalam hitungan per kg dimana harga mulai Rp 85.000 hingga Rp 110.000. Ini tergantung dari harga udang galah yang ada di pasaran.

Keuntungan dalam menjalankan bisnis budidaya udang galah
Keuntungan bila Anda memilih terjun dalam peluang bisnis budidaya udang galah ini yakni merupakan Bisnis ternak udang yang paling banyak dicari terutama kalangan pebisnis kuliner.

Kekurangan bisnis budidaya udang galah
Segi kekurangan bisnis budidaya udang galah ialah budidaya udang galah memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan ketat.

Analisa bisnis budidaya udang galah 

Peralatan
 Harga 
pengadaan bibit udang galah  Rp.     1.682.700
pembuatan kolam udang galah  Rp.     3.122.500
sewa lahan  Rp.     2.116.000
peralatan pembersih kolam  Rp.          78.820
pompa air  Rp.          471.500
 timba  Rp.            47.700
wadah dan jerigen  Rp.          87.050
 selang dan paralon  Rp.          92.500
jaring  Rp.        172.000
terpal dan selang  Rp.            81.500
drum  Rp.        261.500
 Peralatan tambahan yang lainnya  Rp.          32.000
 Jumlah Investasi  Rp.   8.245.770

Biaya Operasional per Bulan

 Biaya Tetap

 Penyusutan pengadaan bibit udang galah 1/62 x Rp 1.682.700  Rp.            27.140
 Penyusutan pembuatan kolam udang galah 1/62 x Rp 3.122.500  Rp.          50.363
 Penyusutan sewa lahan 1/12 x Rp. 2.116.000  Rp.          176.333
 Penyusutan peralatan pembersih kolam 1/44 x Rp.78.820  Rp.              1.791
 Penyusutan pompa air 1/62 x Rp 471.500  Rp.              7.605
 Penyusutan timba 1/44 x Rp. 47.700  Rp.              1.136
 Penyusutan wadah dan jerigen 1/62 x Rp. 87.050  Rp.              1.404
 Penyusutan selang dan paralon 1/44 x Rp. 92.500  Rp.              2.102
 Penyusutan jaring 1/62 x Rp 172.000  Rp.              2.774
 Penyusutan terpal dan selang 1/44 x Rp. 81.500  Rp.              1.852
 Penyusutan drum 1/44 x Rp. 261.500  Rp.              5.943
 Penyusutan peralatan tambahan 1/44 x Rp.32.000  Rp.                516
 gaji karyawan  Rp.     1.400.000
 Total Biaya Tetap  Rp.   1.678.961

Biaya Variabel






pakan  Rp.    62.560  x   30  =  Rp.    1.876.800
pakan tambahan  Rp.    29.700  x   30  =  Rp.       891.000
vitamin  Rp.    29.000  x   30  =  Rp.      870.000
obat-obatan  Rp.    27.500  x   30  =  Rp.       825.000
bahan lainnya  Rp.    17.750  x   30  =  Rp.       532.500
pengemas  Rp.    18.000  x   30  =  Rp.       540.000
biaya angkut  Rp.    28.000  x   30  =  Rp.       840.000
 air dan listrik  Rp.    42.500  x   30  =  Rp.    1.275.000
 Total Biaya Variabel




 Rp.  7.650.300

Total Biaya Operasional

 Biaya tetap + biaya variabel =  Rp.  9.329.261

Pendapatan per Bulan



 harga udang galah





     5  kg  x  Rp. 85.000  =  Rp.      425.000
Rp.    425.000  x    30  hr  =  Rp. 12.750.000

Keuntungan per Bulan




 Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional

 Rp.    12.750.000  – 9.329.261  =  Rp.       3.420.739









Lama Balik Modal






Total Investasi / Keuntungan =  Rp. 8.245.770  : 3.420.739  =           2  bln
Dari analisa di atas dapat disimpulkan apabila bisnis budidaya jati emas sangat menguntungkan dimana dalam satu bulan mendapatkan keuntungan hingga 3.420.739.

Sumber : 
https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-udang-galah
http://www.bibitikan.net/cara-praktis-budidaya-udang-galah-yang-menguntungkan/ 
http://www.agrowindo.com/peluang-usaha-budidaya-udang-galah-dan-analisa-usahanya.htm
https://nurhasanaquacultur.wordpress.com/2015/12/18/klasifikasi-dan-morfologi-udang-galah/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar